Aku tak benar- benar berharap kamu membaca tulisanku. Karena mungkin , kamu tak kan pernah membaca ini, melihat sekilas pun tidak, apalagi sampai kata terakhir. Tulisan ini dibuat bukan untuk mengundang kamu masuk , tapi aku hanya ingin mengabadikan setiap abjad dan kalimat-kalimatku.
Aku tak tau kenapa sosokmu tak pernah hilang dari ingatanku, mengendap dalam sel-sel otakku yang membuat aku selalu berfikir tentangmu. Seseorang yang sempat menghiasi hari-hariku , mengusik pikiranku hingga kini . Mungkin kamu akan terbahak-bahak jika membacanya atau tersenyum aneh dengan kerutan dikeningmu.
Tapi yang aku tau , aku hanya ingin mengucapkannya untukmu hari ini.. ya tepat nya hari ulang tahunmu. Sudah lama memang terpikir olehku , tapi tak kunjung aku ucapkan kepadamu karena aku ragu . Entahlah keraguan yang datangnya dari mana? aku tak tau.
Tapi yang aku tau , aku selalu ingat hari ini dan aku tak pernah lupa seiring bergantinya tahun.
Setiap tahun yang telah berlalu tak pernah ada tahun yang terlewatkan oleh ingatanku akan ulang tahunmu. Aku tak tau kenapa?
Tapi yang aku tau , aku selalu ingat kata-katamu ditahun-tahun yang lalu “Aku yang dulu bukan yang sekarang”
Ya aku berharap setiap tahunnya kamu selalu berubah lebih baik seperti kata-kata mu.
Sudah lima tahun lebih kiranya sejak aku mengenalmu, mungkin saja benar kamu hari ini telah berbeda dengan kamu yang lima tahun lalu. Kamu yang tumbuh menjadi pria dewasa yang memilih merantau ke luar pulau sebagai tempatmu untuk meraih ilmu . Karena itulah aku tak pernah lagi melihatmu hingga saat ini.
Gerakan waktu yang berjalan memang terkadang tak terasa lagi, ada pertemuan dan ada juga perpisahan. Walaupun aku tak betul – betul ingat kapan terakhir melihatmu, karena bagiku bayang-bayang langkah kakimu disetiap pagi masih terasa ditempat itu. Aku masih ingat tempat yang dulu seringku kulihat dirimu dari kejauhan. Apakah langkah kakimu masih sama seperti yang dulu atau juga telah berubah karena waktu ? Apakah kamu masih orang yang sama, kawan lama ku yang mampu membuat aku tersenyum kala membaca pesan-pesan singkatmu?
Aku tak tau, karena waktu yang memproses segalanya,mungkin saja semua sudah berbeda dan tak lagi sama . Karena kita tak lagi sedekat dulu.
Banyak rasa yang aku pelajari dari mengenalmu, entah itu rasa canggung, malu, enggan, bingung, memendam kebohongan dengan perasaan dan berbagai rasa lainnya yang tak pernah ku mengerti sebabnya. Padahal kita hanya sekedar kawan yang sering bertukar pesan dulunya walau tak sering bertatap muka. Padahal kita tak punya banyak kenangan , hanya sedikit tapi tetap membekas.
Tak tau kenapa aku tidak pernah lupa akan sosokmu, yang dulunya aku anggap kamu sebagai kawan dekatku.Yaa... Karena saat itu aku belum siap untuk memahami perasaan yang terjadi saat itu.
Kita memang sudah lama tak bertegur sapa walau hanya dengan pesan singkat atau pun di dunia maya , mungkin bisa saja dihitung dengan jari tangan ini, aku atau kamu yang menyapa. Ya Aku tak tau pasti hitungannya.Tapi yang aku tau aku selalu menunggu pesan singkatmu setiap tahunnya , walau aku harus menunggu lama hanya sekedar ingin melihat ucapan “ Selamat Idul fitri” dari layar handphone yang dulu sering mendengar kabarmu. Yang aku tau setahun lalu aku tak melihat ucapan itu dari mu, walau akhirnya aku yang harus memulai untuk sekedar ingin menerima pesan darimu.
Ingat ketika kita berangkat bersama kejakarta? Itu pertama kalinya kita bertemu dengan jarak yang dekat bukan?
Ingat ketika kita berada dibus waktu berangkat ke lampung? Kata-katamu masih kuingat dalam memoriku ini.
Ingat ketika dihotel aku dan yang lain lupa membawa sisir rambut? Kamu datang kekamar dan meminjamkannya.
Sudah cukup mengenang peristiwa itu. Lucu saja jika mengingat hal-hal bodoh yang aku lakukan.Hanya membuat aku tersipu malu .
Dibalik ingatanku yang ada , menyakitkan memang jika aku selalu mengingat banyak hal yang tak mungkin kamu ingat sepenuhnya.
Cerita tentang kita hanya akan terendam dan segera terhapus dengan begitu banyak kehadiran orang-orang baru dalam hidupmu sekarang ini. Namun tidak bagiku, walau sudah banyak orang yang hadir dihidupku ini, kamu tetap ada. Ada dalam fikiranku. Tak pantas rasanya aku berkata demikian, karena aku hanya seorang wanita yang kecil dimatamu. Tapi itulah kenyataannya kamu tetap ada diposisi yang sama , dari sejak aku mengenalmu hingga saat ini. Terkadang aku memang sungguh bodoh.
Biarlah Tuhan yang menentukan, dan biarlah waktu yang akan menjawab.
Di hari bartambahnya umurmu, sembilan belas tahun sudah rupanya, terpaut tiga bulan aku mendahului umurmu. Aku hanya ingin mendo’akan semoga cita- cita dan harapanmu diumurmu yang baru ini terwujud bersama dengan kuatnya niat dan tekadmu untuk meraihnya.
Semoga kamu sehat selalu , dan bahagia ditiap umurmu .
Barakallahu fikulli umrik... aamien
Kamis, 06 Maret 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar