Kecewa.Iya aku kecewa, namun bukan karena tak bisa bertemu kamu hari ini, atau masih mengingat tentangmu yang belum sempat mengucapkan selamat ulang tahun untukku. Walau jujur aku sedih, tanpa ucapan darimu, mungkin karena terlalu berharap banyak darimu . Jika aku bisa mengungkapkannya sekarang dihadapanmu, maka akan kutanyakan langsung." Kenapa kamu tidak simpan nomer hpku?", apa tak ada lagi anggapan bahwa aku adalah temanmu, atau hanya sekedar kawan lamamu. Itu mungkin hanya hal sepele bagimu, namun tak untukku, aku ingin berada dalam list kontak di handphonemu, walau kenyataannya aku bukan ada dalam kontak kehidupanmu sekarang.
Tidak...
Tidak.Itu bukan kesalahanmu. Itu semua salahku. Aku yang terlalu bodoh. Bodoh dengan semua tingkahku dan ucapanku. Maafkan aku untuk tahun lalu yang memintamu menghapus kontakku dihpmu. Aku bingung, entah perasaan apa itu yang tiba - tiba muncul saat itu. Cemburu atau sedih? aku tak pernah tau itu.
Sekarang aku ingin sedikit bercerita, kemarin aku kekebun raya bogor disaat semua orang merayakan natal. Dengan tujuanku kesana ingin melakukan pengamatan burung disana, bersama teman komunitas dikampusku. Kamu tau, ternyata disana terdapat banyak burung yang memiliki keindahannya tersendiri.Warnanya yang menawan seperti cecakak sungai, suaranya yang merdu yang katanya dimiliki burung empuloh janggut , ataupun tingkahnya yang unik layaknya burung.
Aku senang dapat mengenali tentang burung..
Bukankah postingan terakhirku adalah tentang kebun raya bogor ?
Iya, pertama kali aku melihatmu setelah sekian lama.
Jumat, 26 Desember 2014
Minggu, 02 November 2014
Hari ini...
Entah mengapa aku ingin menulis ini. Mungkin karena hari ini
sedikit berbeda dari hari – hari biasanya. Aku merasa aneh sejak bangun dari
tidur, entah itu pertanda yang tak aku sadari atau itu hanya perasaanku yang memang sedang kabut karena butuh hari libur . Entahlah, otakku sudah terlalu penuh untuk berfikir lagi. Aku sedang mengingat - ingat tentang hari ini, dan berusaha menerjemahkannya menjadi kata- kata yang akan ku rangkai menjadi kalimat. Sekarang itu lah yang sedang aku lakukan.
Ternyata hal yang selalu aku bayangkan terjadi hari ini, walau tak sama dengan apa yang aku harapkan. Ada sebab yang tak ku mengerti sedikitpun, setiap tempat keramaian yang aku kunjungi selama ini, aku selalu memandang beberapa orang dan berharap orang itu adalah kamu. Aku selalu berharap aku dapat melihatmu ditempat dimana aku berada sekarang. Sekian lama khayalan itu menghantui otakku, terhitung sejak kamu tak lagi dapat ku lihat. Aneh bukan? kamu seakan - akan menjadi tujuan utama kedatanganku ketempat - tempat dimana harusnya aku dapat membebaskan beban pikiran atau tugas - tugas kuliahku yang belum juga aku selesaikan. Aku hanya berharap hari ini tak berlalu begitu cepat tapi ternyata tidak.
Aku berharap aku dapat menghentikan waktu di beberapa bagian hari ini. Bagian
dimana aku melihatmu. Rasanya semua
terjadi begitu cepat.
Aku sedang melihat kumpulan mahasiswa yang sedang duduk di atas rerumputan dengan pakaian kompak, mereka yang sedang memperhatikan seorang wanita di depannya , yang berbicara banyak hal tentang kehidupan anak kosan, sedikit yang aku tangkap begitu. Tak penting kenapa aku harus mendengarkannya, lebih baik aku terus berjalan saja, masih banyak hal yang lebih baik untuk dilihat. disitu. Kebun Raya Bogor tak begitu sempit dengan hanya melihat di tempat itu saja.
Jantungku terasa berhenti saat itu juga, namun kemudian berdegup lebih kencang dan terdengar sampai telingaku. Mataku tak salah melihat, itu kamu. Kamu yang sedang melihat seorang yang kamu kenali. Seketika aku langsung berbalik dan berpura - pura memanggil temanku di belakang. Bukan karena kamu sedang berusaha mengenali aku, tapi karena aku tahu itu kamu. Entahlah mengapa begitu ? Aku hanya tak ingin kamu melihatku dengan keadaanku yang sekarang. Dan aku tahu kamu saat itu bukan melihat kearahku.
Ingin ku hentikan waktu saat itu juga, agar aku bisa melihatmu lebih lama. Tanpa kamu tahu itu aku. Ingin ku putar ulang waktu dan melihat orang yang bersamamu saat itu. Agar aku tahu kehidupanmu.
Ingin ku rekam saat itu, agar aku dapat mengingat kembali dengan jelas raut wajahmu saat itu.
Ingin ku perbaiki waktu, sehingga lebih berkesan dalam ingatanku.
Ingin ku gambarkan suasana itu agar dapat menjadi pajangan indah dalam memoriku.
Ingin ku alihkan waktu dan tak lagi ada khayalan saja.
Tak ku sangka, tak ada sapaan walau hanya sekedar kata hai dari mulutmu saat itu.
Aku hanya menangkap beberapa kata yang membuktikan kamu tahu bahwa itu teman lamamu. Teman smp. Seperti jawabanmu kepada orang yang ada disampingmu.
Aku tidak terlalu berharap ada perbincangan saat itu, aku hanya berharap kamu terus melihat ke arah sini, dan berhenti di situ. Aku hanya berharap kita bertemu lagi sampai di gerbang keluar.Namun tak munafik, aku memang berharap ada teks sms dari hpmu. Hanya sekedar memastikan apa yang kamu tahu saat itu benar. Tapi ternyata hanya itu.
Ingin ku perbaiki waktu, sehingga lebih berkesan dalam ingatanku.
Ingin ku gambarkan suasana itu agar dapat menjadi pajangan indah dalam memoriku.
Ingin ku alihkan waktu dan tak lagi ada khayalan saja.
Tak ku sangka, tak ada sapaan walau hanya sekedar kata hai dari mulutmu saat itu.
Aku hanya menangkap beberapa kata yang membuktikan kamu tahu bahwa itu teman lamamu. Teman smp. Seperti jawabanmu kepada orang yang ada disampingmu.
Aku tidak terlalu berharap ada perbincangan saat itu, aku hanya berharap kamu terus melihat ke arah sini, dan berhenti di situ. Aku hanya berharap kita bertemu lagi sampai di gerbang keluar.Namun tak munafik, aku memang berharap ada teks sms dari hpmu. Hanya sekedar memastikan apa yang kamu tahu saat itu benar. Tapi ternyata hanya itu.
Ada lagi yang ingin ku tulis, agar aku bisa membacanya dan mengingatnya lagi. Pesan teks yang kamu kirimkan saat hari lebaran idul Fitri kemarin. Aku tak menyangka itu :).
Kamis, 06 Maret 2014
Selamat Ulang Tahun Kamu... :)
Aku tak benar- benar berharap kamu membaca tulisanku. Karena mungkin , kamu tak kan pernah membaca ini, melihat sekilas pun tidak, apalagi sampai kata terakhir. Tulisan ini dibuat bukan untuk mengundang kamu masuk , tapi aku hanya ingin mengabadikan setiap abjad dan kalimat-kalimatku.
Aku tak tau kenapa sosokmu tak pernah hilang dari ingatanku, mengendap dalam sel-sel otakku yang membuat aku selalu berfikir tentangmu. Seseorang yang sempat menghiasi hari-hariku , mengusik pikiranku hingga kini . Mungkin kamu akan terbahak-bahak jika membacanya atau tersenyum aneh dengan kerutan dikeningmu. Tapi yang aku tau , aku hanya ingin mengucapkannya untukmu hari ini.. ya tepat nya hari ulang tahunmu. Sudah lama memang terpikir olehku , tapi tak kunjung aku ucapkan kepadamu karena aku ragu . Entahlah keraguan yang datangnya dari mana? aku tak tau. Tapi yang aku tau , aku selalu ingat hari ini dan aku tak pernah lupa seiring bergantinya tahun. Setiap tahun yang telah berlalu tak pernah ada tahun yang terlewatkan oleh ingatanku akan ulang tahunmu. Aku tak tau kenapa? Tapi yang aku tau , aku selalu ingat kata-katamu ditahun-tahun yang lalu “Aku yang dulu bukan yang sekarang” Ya aku berharap setiap tahunnya kamu selalu berubah lebih baik seperti kata-kata mu. Sudah lima tahun lebih kiranya sejak aku mengenalmu, mungkin saja benar kamu hari ini telah berbeda dengan kamu yang lima tahun lalu. Kamu yang tumbuh menjadi pria dewasa yang memilih merantau ke luar pulau sebagai tempatmu untuk meraih ilmu . Karena itulah aku tak pernah lagi melihatmu hingga saat ini.
Gerakan waktu yang berjalan memang terkadang tak terasa lagi, ada pertemuan dan ada juga perpisahan. Walaupun aku tak betul – betul ingat kapan terakhir melihatmu, karena bagiku bayang-bayang langkah kakimu disetiap pagi masih terasa ditempat itu. Aku masih ingat tempat yang dulu seringku kulihat dirimu dari kejauhan. Apakah langkah kakimu masih sama seperti yang dulu atau juga telah berubah karena waktu ? Apakah kamu masih orang yang sama, kawan lama ku yang mampu membuat aku tersenyum kala membaca pesan-pesan singkatmu? Aku tak tau, karena waktu yang memproses segalanya,mungkin saja semua sudah berbeda dan tak lagi sama . Karena kita tak lagi sedekat dulu.
Banyak rasa yang aku pelajari dari mengenalmu, entah itu rasa canggung, malu, enggan, bingung, memendam kebohongan dengan perasaan dan berbagai rasa lainnya yang tak pernah ku mengerti sebabnya. Padahal kita hanya sekedar kawan yang sering bertukar pesan dulunya walau tak sering bertatap muka. Padahal kita tak punya banyak kenangan , hanya sedikit tapi tetap membekas. Tak tau kenapa aku tidak pernah lupa akan sosokmu, yang dulunya aku anggap kamu sebagai kawan dekatku.Yaa... Karena saat itu aku belum siap untuk memahami perasaan yang terjadi saat itu.
Kita memang sudah lama tak bertegur sapa walau hanya dengan pesan singkat atau pun di dunia maya , mungkin bisa saja dihitung dengan jari tangan ini, aku atau kamu yang menyapa. Ya Aku tak tau pasti hitungannya.Tapi yang aku tau aku selalu menunggu pesan singkatmu setiap tahunnya , walau aku harus menunggu lama hanya sekedar ingin melihat ucapan “ Selamat Idul fitri” dari layar handphone yang dulu sering mendengar kabarmu. Yang aku tau setahun lalu aku tak melihat ucapan itu dari mu, walau akhirnya aku yang harus memulai untuk sekedar ingin menerima pesan darimu.
Ingat ketika kita berangkat bersama kejakarta? Itu pertama kalinya kita bertemu dengan jarak yang dekat bukan? Ingat ketika kita berada dibus waktu berangkat ke lampung? Kata-katamu masih kuingat dalam memoriku ini. Ingat ketika dihotel aku dan yang lain lupa membawa sisir rambut? Kamu datang kekamar dan meminjamkannya. Sudah cukup mengenang peristiwa itu. Lucu saja jika mengingat hal-hal bodoh yang aku lakukan.Hanya membuat aku tersipu malu . Dibalik ingatanku yang ada , menyakitkan memang jika aku selalu mengingat banyak hal yang tak mungkin kamu ingat sepenuhnya.
Cerita tentang kita hanya akan terendam dan segera terhapus dengan begitu banyak kehadiran orang-orang baru dalam hidupmu sekarang ini. Namun tidak bagiku, walau sudah banyak orang yang hadir dihidupku ini, kamu tetap ada. Ada dalam fikiranku. Tak pantas rasanya aku berkata demikian, karena aku hanya seorang wanita yang kecil dimatamu. Tapi itulah kenyataannya kamu tetap ada diposisi yang sama , dari sejak aku mengenalmu hingga saat ini. Terkadang aku memang sungguh bodoh.
Biarlah Tuhan yang menentukan, dan biarlah waktu yang akan menjawab. Di hari bartambahnya umurmu, sembilan belas tahun sudah rupanya, terpaut tiga bulan aku mendahului umurmu. Aku hanya ingin mendo’akan semoga cita- cita dan harapanmu diumurmu yang baru ini terwujud bersama dengan kuatnya niat dan tekadmu untuk meraihnya.
Semoga kamu sehat selalu , dan bahagia ditiap umurmu . Barakallahu fikulli umrik... aamien
Aku tak tau kenapa sosokmu tak pernah hilang dari ingatanku, mengendap dalam sel-sel otakku yang membuat aku selalu berfikir tentangmu. Seseorang yang sempat menghiasi hari-hariku , mengusik pikiranku hingga kini . Mungkin kamu akan terbahak-bahak jika membacanya atau tersenyum aneh dengan kerutan dikeningmu. Tapi yang aku tau , aku hanya ingin mengucapkannya untukmu hari ini.. ya tepat nya hari ulang tahunmu. Sudah lama memang terpikir olehku , tapi tak kunjung aku ucapkan kepadamu karena aku ragu . Entahlah keraguan yang datangnya dari mana? aku tak tau. Tapi yang aku tau , aku selalu ingat hari ini dan aku tak pernah lupa seiring bergantinya tahun. Setiap tahun yang telah berlalu tak pernah ada tahun yang terlewatkan oleh ingatanku akan ulang tahunmu. Aku tak tau kenapa? Tapi yang aku tau , aku selalu ingat kata-katamu ditahun-tahun yang lalu “Aku yang dulu bukan yang sekarang” Ya aku berharap setiap tahunnya kamu selalu berubah lebih baik seperti kata-kata mu. Sudah lima tahun lebih kiranya sejak aku mengenalmu, mungkin saja benar kamu hari ini telah berbeda dengan kamu yang lima tahun lalu. Kamu yang tumbuh menjadi pria dewasa yang memilih merantau ke luar pulau sebagai tempatmu untuk meraih ilmu . Karena itulah aku tak pernah lagi melihatmu hingga saat ini.
Gerakan waktu yang berjalan memang terkadang tak terasa lagi, ada pertemuan dan ada juga perpisahan. Walaupun aku tak betul – betul ingat kapan terakhir melihatmu, karena bagiku bayang-bayang langkah kakimu disetiap pagi masih terasa ditempat itu. Aku masih ingat tempat yang dulu seringku kulihat dirimu dari kejauhan. Apakah langkah kakimu masih sama seperti yang dulu atau juga telah berubah karena waktu ? Apakah kamu masih orang yang sama, kawan lama ku yang mampu membuat aku tersenyum kala membaca pesan-pesan singkatmu? Aku tak tau, karena waktu yang memproses segalanya,mungkin saja semua sudah berbeda dan tak lagi sama . Karena kita tak lagi sedekat dulu.
Banyak rasa yang aku pelajari dari mengenalmu, entah itu rasa canggung, malu, enggan, bingung, memendam kebohongan dengan perasaan dan berbagai rasa lainnya yang tak pernah ku mengerti sebabnya. Padahal kita hanya sekedar kawan yang sering bertukar pesan dulunya walau tak sering bertatap muka. Padahal kita tak punya banyak kenangan , hanya sedikit tapi tetap membekas. Tak tau kenapa aku tidak pernah lupa akan sosokmu, yang dulunya aku anggap kamu sebagai kawan dekatku.Yaa... Karena saat itu aku belum siap untuk memahami perasaan yang terjadi saat itu.
Kita memang sudah lama tak bertegur sapa walau hanya dengan pesan singkat atau pun di dunia maya , mungkin bisa saja dihitung dengan jari tangan ini, aku atau kamu yang menyapa. Ya Aku tak tau pasti hitungannya.Tapi yang aku tau aku selalu menunggu pesan singkatmu setiap tahunnya , walau aku harus menunggu lama hanya sekedar ingin melihat ucapan “ Selamat Idul fitri” dari layar handphone yang dulu sering mendengar kabarmu. Yang aku tau setahun lalu aku tak melihat ucapan itu dari mu, walau akhirnya aku yang harus memulai untuk sekedar ingin menerima pesan darimu.
Ingat ketika kita berangkat bersama kejakarta? Itu pertama kalinya kita bertemu dengan jarak yang dekat bukan? Ingat ketika kita berada dibus waktu berangkat ke lampung? Kata-katamu masih kuingat dalam memoriku ini. Ingat ketika dihotel aku dan yang lain lupa membawa sisir rambut? Kamu datang kekamar dan meminjamkannya. Sudah cukup mengenang peristiwa itu. Lucu saja jika mengingat hal-hal bodoh yang aku lakukan.Hanya membuat aku tersipu malu . Dibalik ingatanku yang ada , menyakitkan memang jika aku selalu mengingat banyak hal yang tak mungkin kamu ingat sepenuhnya.
Cerita tentang kita hanya akan terendam dan segera terhapus dengan begitu banyak kehadiran orang-orang baru dalam hidupmu sekarang ini. Namun tidak bagiku, walau sudah banyak orang yang hadir dihidupku ini, kamu tetap ada. Ada dalam fikiranku. Tak pantas rasanya aku berkata demikian, karena aku hanya seorang wanita yang kecil dimatamu. Tapi itulah kenyataannya kamu tetap ada diposisi yang sama , dari sejak aku mengenalmu hingga saat ini. Terkadang aku memang sungguh bodoh.
Biarlah Tuhan yang menentukan, dan biarlah waktu yang akan menjawab. Di hari bartambahnya umurmu, sembilan belas tahun sudah rupanya, terpaut tiga bulan aku mendahului umurmu. Aku hanya ingin mendo’akan semoga cita- cita dan harapanmu diumurmu yang baru ini terwujud bersama dengan kuatnya niat dan tekadmu untuk meraihnya.
Semoga kamu sehat selalu , dan bahagia ditiap umurmu . Barakallahu fikulli umrik... aamien
Langganan:
Komentar (Atom)