Entah mengapa aku ingin menulis ini. Mungkin karena hari ini
sedikit berbeda dari hari – hari biasanya. Aku merasa aneh sejak bangun dari
tidur, entah itu pertanda yang tak aku sadari atau itu hanya perasaanku yang memang sedang kabut karena butuh hari libur . Entahlah, otakku sudah terlalu penuh untuk berfikir lagi. Aku sedang mengingat - ingat tentang hari ini, dan berusaha menerjemahkannya menjadi kata- kata yang akan ku rangkai menjadi kalimat. Sekarang itu lah yang sedang aku lakukan.
Ternyata hal yang selalu aku bayangkan terjadi hari ini, walau tak sama dengan apa yang aku harapkan. Ada sebab yang tak ku mengerti sedikitpun, setiap tempat keramaian yang aku kunjungi selama ini, aku selalu memandang beberapa orang dan berharap orang itu adalah kamu. Aku selalu berharap aku dapat melihatmu ditempat dimana aku berada sekarang. Sekian lama khayalan itu menghantui otakku, terhitung sejak kamu tak lagi dapat ku lihat. Aneh bukan? kamu seakan - akan menjadi tujuan utama kedatanganku ketempat - tempat dimana harusnya aku dapat membebaskan beban pikiran atau tugas - tugas kuliahku yang belum juga aku selesaikan. Aku hanya berharap hari ini tak berlalu begitu cepat tapi ternyata tidak.
Aku berharap aku dapat menghentikan waktu di beberapa bagian hari ini. Bagian
dimana aku melihatmu. Rasanya semua
terjadi begitu cepat.
Aku sedang melihat kumpulan mahasiswa yang sedang duduk di atas rerumputan dengan pakaian kompak, mereka yang sedang memperhatikan seorang wanita di depannya , yang berbicara banyak hal tentang kehidupan anak kosan, sedikit yang aku tangkap begitu. Tak penting kenapa aku harus mendengarkannya, lebih baik aku terus berjalan saja, masih banyak hal yang lebih baik untuk dilihat. disitu. Kebun Raya Bogor tak begitu sempit dengan hanya melihat di tempat itu saja.
Jantungku terasa berhenti saat itu juga, namun kemudian berdegup lebih kencang dan terdengar sampai telingaku. Mataku tak salah melihat, itu kamu. Kamu yang sedang melihat seorang yang kamu kenali. Seketika aku langsung berbalik dan berpura - pura memanggil temanku di belakang. Bukan karena kamu sedang berusaha mengenali aku, tapi karena aku tahu itu kamu. Entahlah mengapa begitu ? Aku hanya tak ingin kamu melihatku dengan keadaanku yang sekarang. Dan aku tahu kamu saat itu bukan melihat kearahku.
Ingin ku hentikan waktu saat itu juga, agar aku bisa melihatmu lebih lama. Tanpa kamu tahu itu aku. Ingin ku putar ulang waktu dan melihat orang yang bersamamu saat itu. Agar aku tahu kehidupanmu.
Ingin ku rekam saat itu, agar aku dapat mengingat kembali dengan jelas raut wajahmu saat itu.
Ingin ku perbaiki waktu, sehingga lebih berkesan dalam ingatanku.
Ingin ku gambarkan suasana itu agar dapat menjadi pajangan indah dalam memoriku.
Ingin ku alihkan waktu dan tak lagi ada khayalan saja.
Tak ku sangka, tak ada sapaan walau hanya sekedar kata hai dari mulutmu saat itu.
Aku hanya menangkap beberapa kata yang membuktikan kamu tahu bahwa itu teman lamamu. Teman smp. Seperti jawabanmu kepada orang yang ada disampingmu.
Aku tidak terlalu berharap ada perbincangan saat itu, aku hanya berharap kamu terus melihat ke arah sini, dan berhenti di situ. Aku hanya berharap kita bertemu lagi sampai di gerbang keluar.Namun tak munafik, aku memang berharap ada teks sms dari hpmu. Hanya sekedar memastikan apa yang kamu tahu saat itu benar. Tapi ternyata hanya itu.
Ingin ku perbaiki waktu, sehingga lebih berkesan dalam ingatanku.
Ingin ku gambarkan suasana itu agar dapat menjadi pajangan indah dalam memoriku.
Ingin ku alihkan waktu dan tak lagi ada khayalan saja.
Tak ku sangka, tak ada sapaan walau hanya sekedar kata hai dari mulutmu saat itu.
Aku hanya menangkap beberapa kata yang membuktikan kamu tahu bahwa itu teman lamamu. Teman smp. Seperti jawabanmu kepada orang yang ada disampingmu.
Aku tidak terlalu berharap ada perbincangan saat itu, aku hanya berharap kamu terus melihat ke arah sini, dan berhenti di situ. Aku hanya berharap kita bertemu lagi sampai di gerbang keluar.Namun tak munafik, aku memang berharap ada teks sms dari hpmu. Hanya sekedar memastikan apa yang kamu tahu saat itu benar. Tapi ternyata hanya itu.
Ada lagi yang ingin ku tulis, agar aku bisa membacanya dan mengingatnya lagi. Pesan teks yang kamu kirimkan saat hari lebaran idul Fitri kemarin. Aku tak menyangka itu :).